Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Mengenal Capres : Djoko Santoso

Setegas Umar, Selembut Abu Bakar
Anak sulung dari sepuluh bersaudara, yang lahir dari pasangan Djoko Soejono (Alm) dan Soelani, ini memang dikenal beretos kerja tinggi sejak remaja. Lahir pada 8 September 1952, di tengah keluarga besar dengan penghasilan pas-pasan, membuat Jenderal TNI (Purnawirawan) Djoko Santoso tegar dan sadar diri sejak dini. Sebagai seorang guru SMA, ayah Djoko terbilang sukses mendidik ke sepuluh anaknya hingga menjadi panutan banyak keluarga di desanya, atau bahkan di negeri ini. Ibunya yang pedagang gerabah juga berhasil menanamkan jiwa kemandirian dan wirausaha bagi anak-anaknya. Kesuksesan keluarga Djoko Soedjono ini terrekam dalam buku berjudul Banjir kanal Timur Karya Anak Bangsa, yang terbit pada tahun 2010 lalu. Anak kedua Soedjono, Pitoyo Subandrio saat itu berhasil menerapkan konsep penanganan banjir terpadu melalui kanal banjir yang dibangun di sisi Barat dan Timur Jakarta. Selain membanggakan kedua orang tuanya, dalam buku tersebut, Pitoyo mengungkap k…

Mengenal Capres : Gita Wirjawan

Anak Ningrat, Pekerja Keras
Lahir pada 21 September 1965di tengah keluarga Diplomat dan mafhum perihal pendidikan, membuat Gita Irawan Wirjawan dan keempat saudaranya tumbuh sebagai pribadi yang cakap dalam menghadapi dinamika global. Dari sejumlah cerita tertulis tentang Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Bersatu II yang kini digadang sebagai Calon Presiden itu, tergambar integritasnya sebagai professional muda di bidang keuangan. Meski lahir di tengah keluarga ningrat dan kaya raya, namun Gita tumbuh sebagai pekerja keras sejak usia remaja. Putera bungsu dari pasangan Wirjawan Djojosoegito dan Paula Warokka itu mengaku pernah menggeluti beragam pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan perkuliahannya di Universitas Texas Amerika, dan Sekolah Musik Berkley. “Pekerjaan apapun saya tekuni. Dari bermain piano di Club, membersihkan tinja di restoran, menjadi pemandu wisata, pelayan di kafetaria. Di musim panas saya malahan bekerja sampai 50 jam seminggu,” tuturnya dalam sebuah acara …

Paparan Primbon, Falak dan Fengshui Tentang Nomor Urut Parpol

. Angka bagi sebagian orang di negeri ini memiliki pengaruh terhadap nasib. Tak heran jika kemudian banyak para penafsir angka yang laris di negeri ini. Para penafsir angka di Indonesia biasanya merujuk pada Primbon Jawa, Ilmu Falak (Ilmu perhitungan bintang Arab) dan Fengshui (Filosofi angka ala China). Para ahli Primbon, Falak dan Fengshui itu, diakui atau tidak ternyata berpengaruh pada pandangan para politisi terhadap nomor urut Partai Politik. Hal itu terlihat dari banyaknya politisi berharap mendapatkan nomor tertentu, yang diharapkan bisa mensugesti masyarakat untuk memilih Parpol tempat mereka bernaung. Nomor urut juga diyakini bisa mesugesti para kader Parpol dalam memperjuangkan Parpolnya untuk meraih suara sebanyak-banyaknya dalam Pemilu 2014 mendatang. Salah satu ahli Primbon Jawa dan Falak Nujum dari Probolinggo, Pujiyanto Gepeng, kepada Kandidat mengungkapkan hal itu, Minggu (27/1) lalu. Mengapa sebagian politisi masih mempercayai ramalan primbon, falak dan fengshui menuru…

Wisanggeni dan Anas Urbaningrum di Harlah Lesbumi Nu ke 51

Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) menggelar pementasan wayang berjudul Wisanggeni Menggugat di Halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Minggu (7/4). Pementasan wayang yang didalangi ke Enthus Susmono itu digelar dalam rangkaian Ulang Tahun Lesmbumi NU ke 51. Sejumlah politisi hadir dalam acara yang dimulai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama itu. Antara lain Istri Mendiang Presiden Abdurrahman Wahid, Ny. Shinta Nuriyah, dan Mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum.Kehadiran Anas menimbulkan praduga tentang tendensi politik pagelaran tersebut. Terlebih, Dalang Ki Enthus dalam prolognya tentang gelaran Wisanggeni Menggugat mengulas tentang cerita kisruh di .. “ Sasaran utamanya adalah membunuh kekuatan Pandawa di kuru setro. Wisanggeni berani mengguncang mengkritik keras Betoro Guru beserta sekutunya. Anak muda ini sangat bersahaja dan melalui kekuatannya yang didukung alam semesta, para dewa lari tungggang langgang karena…