Langsung ke konten utama

Nominator Award



Hampir seminggu, aku tak mengecek e-mail dan blogging disamping kurang dana buat bayar warnet, belakangan ini aku dilelahkan oleh beberapa kegiatan. dan malam ini aku dapat kesempatan itu, membuka blog, melihat ragam tulisan baru yang diposting oleh beberapa kawan yang ngelink dengan blog-ku, serasa bertemu kawan lama saja. seolah kerinduan membuncah, ha.ha. Dan tak dinyana, seorang teman dari seberang, -dia konon sedang kuliah di Negeri Fir'aun- Mursalin, namanya, putera Surabaya, yang hingga kini hanya kukenal melalui kritik dan sarannya di kolom 'tetamu', menawarkan nominator award, yang katanya hanya diberikan kepada tujuh orang pilihannya. aku senang, dan berterimakasih buatnya, dan kalian, yang berkunjung ke blog malikmughni ini. Beberapa tulisan isengku, yang kebanyakan tak dimuat media profesional -padahal, beberapa diantaranya, kukirim berkali, ke beragam media cetak Lokal, maupun nasional-, yang kupikir memang tak layak dimuat di media-media beroplah ribuan eksemplar/terbit, dan sempat kukira tak layak dibaca, ternyata ada juga yang suka. ketika masih aktif di pers Kampus, aku sering merasakan bahagia dan kebanggaan yang terperi, ketika tulisanku dibincangkan, dikritik, bahkan dimaki. Aku puas bahwa, menulisku tak sia-sia.
Dan minggu lalu, 'Kang Mursalin menominasikan Award ini kepadaku, dan konon wajib dipasang, kemudian aku harus memilih 7 nominasi penerima Award selanjutnya. Sekaligus menyebarkan pesan penghargaan ini kepada blogger yang terpilih nantinya:


Semangat Ngeblog dan Terus Berkarya

Untuk jelasnya, akan saya tuliskan kewajiban-kewajiban yang diberikan oleh sponsor Award ini yang harus dilakukan oleh para nominator nantinya:

  1. Put the logo on your blog.
  2. Add a link to the person who awarded you.
  3. Nominate at least 7 other blogs.
  4. Add links to those blogs on yours.
  5. Leave a message for your nominees on their blog.
Dan aku memilih beberapa sobat, guru, dan rivalku sebagai nominator blog Award :

1. SiGMA (http://www.lpmsigma.co.cc) blog komunitas yg kerren
2. Kang Wawan (http://www.arwani-syaerozi.blogspot.com) banyak tradisi keislaman yang ditulis dengan ringan, tapi bermutu, dalam empat bahasa yang fushah (Arab, Inggris, Francis & Indonesia)
3. Goen's SiGMA (http://www.elburhan.co.cc) Blog sobat gw yang 'lumayan gaul, menawarkan beberapa fasilitas blogging yang bisa diunduh gratis.
4. Ibnu (http://ibnuadam.multiply.com) Berbagai kritik dan kecaman atas lingkungan, dan kondisi sosial, serta pemerintahan dan pedidikan di Banten, termuat di blog ini.
5.Kang Irwan (http://irwanmasduqi83.blogspot.com), Beragam rujukan cerdas tentang pemikiran ISlam, ada di dalamnya.
6. Thoink (http://gadingtirta.blogspot.com) rivalku yang narsis ini, banyak menulis tentang kesehariannya dengan analisa yang lucu.
7. Joewanda (http://jasmerah1954.blogspot.com). berbagai tulisan di blog ini penuh nada gugatan yang emosinal, tapi gambar-gambar yang ditampilkan, membuat blog ini terlihat manis.

Dan banyak lagi, sebenarnya blog-blog yang menurut saya layak dkunjungi dan mendapat nominasi award ini. diantaranya, mereka yang tertera di link sahabat saya, dan laiinya.

menarik juga, kayaknya jika nominasi award bruntut ini dilestarikan, minimalnya bisa menambah silaturahim, dan selamat Menulis!
Semangat Ngeblog, dan Terus Berkarya!!
terimakasih!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesantren Buat Mama

Sulit bagiku untuk mengingat kapan perkenalanku dengan dunia Pesantren bermula. Sebab sejak kecil, aku diakrabkan dengan sarung, peci hitam, pondok, kitab kuning, dan Kiai, aku dikenalkan pada mereka oleh Ayahku. Aku bangga kepada Ayah, juga Ibuku. Jika aku mengenal Islam, dan hal-ihwalnya dari Ummi (Ibu), maka dunia pesantren, dan tokoh-tokoh Islam, kukenal lewat Mama (Ayah). Bahkan namaku, menurut Ayah disandarkan pada nama seorang Kiai besar dari Cirebon, Kiai Haji Abdul Malik, pengasuh Pesantren As-Shalah, Kaliwadas Cirebon, “Beliau salahsatu tokoh Masyumi, yang teguh pendirian,” begitu kata Mama, dulu. Mama sering bercerita tentang Kiai Malik (belakangan, beliau jadi guruku, aku sempat mengaji di pesantren As-Shalah, selama 6 bulan) Mama juga pernah bercerita tentang seorang tokoh bernama Haji Abdul Malik Karim Amrullah, yang dikenal dengan nama HAMKA, Tokoh tasawwuf modern, Muhammadiyyah.
Aku salut pada pola pendidikan kedua oarngtuaku. Sejak kecil Ummi telaten membimbingku unt…

Jurnalisme Plagiat & Tradisi kritis

Pada penghujung tahun 2007 lalu, crew SiGMA disibukkan dengan hajat tahunan Pelatihan Jurnalistik dan Brodcasting se-Banten disingkat PJB yang sudah mentradisi sejak sepuluh tahunan lalu. Konon telah banyak alumnus PJB yang berkiprah di dunia jurnalistik dan broadcasting. Termasuk penggiat junalistik dan radio di Untirta, diantaranya di fakultas Tekhnik. Yang lain berkiprah di media lokal dan nasional. Dan terakhir, Alumnus PJB SiGMA dari Stikom Wangsa Jaya dan STKIP Rangkas bertekad membuat lembaga pers Mahasiswa di Kampusnya. Beberapa alumnus lainya, ada juga yang menerbitkan bulletin indie seperti Al-Basyar, Demokrasi dan Simak. Idealnya, tradisi menulis di kampus memang terbangun dari berbagai lini, demi tumbuhnya dinamika dan wacana kritis di dunia akademis .

Menulis adalah arena kreatif yang tidak terbatas. Banyak ranah yang dapat dibidik. Karena tidak terbatas aras, maka menulis dapat diapresiasikan dengan ragam bentuk. Tidak hanya berita, cerita dan syair puisi. Essai artikel d…

Feminis Sufistik, Mendobrak Patriarki Pesantren

Telaah Novel Auto Biografi Ny. Masriyah Amva “Bangkit Dari Terpuruk: Kisah Sejati Seorang Perempuan tentang Keagungan Tuhan”




Perkembangan gerakan feminisme di Indonesia telah berlangsung sejak abad 18-19 ditandai dengan lahirnya semangat kesetaraan pendidikan yang digerakkan oleh sejumlah tokoh, diantaranya Raden Dewi Sartika yang mebuka Sekolah Istri pada tahun 1904 di Jawa Barat; K.H Bisyri Syansuri yang mengawali pendirian Pondok Pesantren khusus putri di tahun 1917, serta heroisme yang ditampilkan sejumlah tokoh dari abad ke-18, seperti Cut Nyak Dien (1848-1908) dari Aceh dan Raden Ajeng Kartini (1879-1904) dari Jepara yang tercatat sebagai pemantik dan pejuang gerakan perempuan di Indonesia.
Hingga abad ke-21, perkembangan gerakan perempuan dengan semangat feminism yang beragam, semakin massif di Indonesia hingga melahirkan tindakan affirmative action yang muncul menjelang pemilu 2004 melalui Undang-undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum, yang memberi ruang lebih bagi ka…