Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2008

ISlam Indonesia

Pagi ini, aku meraih lagi setitik kebanggaan terhadap Indonesia. Ya, pagi ini, setelah aku tak jadi menggarap skripsi, dan malah membuka beberapa situs dari para bijak-bestari tradisional, aku melihat Indonesia dari sisi positif. Setelah lama terpengaruh oleh Puisi Taufik Ismail, yang membuatku turut "turut malu menjadi orang Indonesia", setelah bertahun aku sedih melihat bangsa yang selalu bermuara pada anarkhisme dan arogansi para pengklaim kebenaran subjektif, setelah berkali aku dibuat bingung oleh orang-orang yang kukagumi, kini aku -seolah- menemukan pintu keluar dari wabah inferioritas yang lama menjangkit dan mewabah dalam dalam hampir semua diri anak bangsa.

Semalaman, aku membaca essainya Cak Nun (Emha Ainun Nadjib), aku juga menyimak tulisan-tulisan Gus Mus (K.H. Musthofa Bisri), beberapa tulisan Gusdur, dan beberapa artikel lain dari numesir.org, sekumpulan tulisan sekelompok anak muda NU yang kuliah di Mesir. Mereka memandang negeri ini dari persfektif lain. Kul…

Dagang -in- Kecap Obama

Majalah Gatra bulan ini memprediksi Obama akan menang mutlak dalam pemilu Amerika Serikat (AS), November ini. Laporan itu disampaikn wartawannya langsung dari negeri paman Sam. Media-media lain di AS juga sama, meramalkan kemenangan Obama, sebab ia dianggap tokoh transformasional. Demam Obama dimanfaatkan juga oleh partai-partai di Indonsia, saatnya tokoh muda memimpin! Begitu jargon yang diusung. Konon, Obamaisme memang merasuk ke hampir seluruh dunia.
Tapi di negeri ini, Obamaisme tak lebih dari tradisi ‘jualan kecap’. Para tokoh yang mengaku masih muda, ramai mempromosikan diri, tanpa diminta. Beberapa partai juga memanfaatkan gejala obamaisme untuk merangkul kaum muda, dengan mengiklankan tokoh muda yang dimilikinya. Bagiku mereka tak lebih baik dari para salesman. Ramai-ramai berpromosi diri, padahal kualitas dirinya dipertanyakan. Ada yang pamer kekayaan, ada juga yang pamer ilmu dan idealisme, padahal hamper semua kalangan intelektual tahu, dia yang pamer kekayaan, menjadi pimp…

Lulus Pada Waktunya!

Judul tulisan ini mungkin mirip sebuah filosofi atau kalimat-kalimat bijak yang terdapat dalam syair atau puisi; Indah pada waktunya.
Aku mendengar kalimat “Lulus pada Waktunya” dari teman sekelasku, Ita Nurul Masyitoh namanya. Dia mahasiswi biasa, yang –dalam pantauanku- menikmati kelajangannya. Akrab dengan kosmetik, kadang ngerumpi, dan bergenit ria. Kuliah baginya dalah bagian dari siklus kehidupan yang taat dijalani. Tapi nilai tak begitu penting baginya, tugas-tugas kuliah, hingga pilihan skripsi yang ia garap tidak neko-neko, yang penting lulus pada waktunya! Begitu katanya dari ujung telepon. Ya, siang tadi aku menghubungnya, skedar bertukar kabar dan informasi. Kabar terbaru darinya, adalah sidang skripsi yang akan ia jalani esok hari, dan pencalonan legislatif dari sebuah partai baru yang ia ikuti. Dari gadis biasa, kini Ia –akan- menjelma salah seorang yang luar biasa. Beberapa kalimat bijak lainnya juga kerap keluar dari mulutnya kini. Jangan mikirin yang lain dulu, fokusl…

Sakit Jiwa

Oleh Abdul Malik Mughni,
20 persen warga Indonesia atau satu dari empat orang di negeri ini menderita sakit jiwa (koran Sindo, edisi minggu-minngu lalu). Asumsi yang dilontarkan oleh parapsikolog, beberapa waktu lalu itu mungkin benar adanya. Satu minggu ini saja aku mengalami kejadian lucu, aneh, sekaligus menyedihkan. Dua hari lalu, sebuah surat dari "Jibril ruhul kudus" lengkap dengan tandatangan Jibril (berupa inisial LE2) mampir ke kantor kami di PCNu Kota Serang. memberitahukan kebangkrutan Presiden Francis, Nicholas Sarkozy, sebagai peringatan Allah atas bangsa Indonesia, agar bertaubat, dan mengakui kerasulan Lia Eden.
Beberapa hari sebelumnya, surat yang sama juga datang dan memberi peringatan yang sama. pada surat yang lalu itu, Sang Jibril bahkan mengancam akan membuat Indonesia menderita krisis seperti Amerika, jika tidak mengeluarkan Lia dan Abdurrahman, sang nabi kerajaan eden. ancaman yang sama juga disampaikan oleh Imam Samudera, teroris Bom Bali 2. ia menganca…

Dirham & Dinar, mencari celah dalam Krisis Global

Krisis global tengah terjadi, banyak pihak -elit- yang kemudian panik dan berlomba mencari penyelematan asetnya. para pemegang saham, pengelola bursa efek, dan para eksportir serta importir (baca; pengusaha). para pejabat pemerintah juga resah menghadapi hal ini. dan hampir semua melirik Amerika sebagai biang keladi atas krisis ini. U$ Dolar, kini dibenci tapi juga dibutuhkan. ada fenomena menarik yang ditunjukkan para ekonom dunia. mereka yang berbasis sosialis, menuding kapitalisme sebagai sumber krisis, mereka yang fundamentalis, juga sama, bahkan, ekonom syari'ah mengklaim inilah saatnya dinar & dirham kembali berjaya. sebab U$ Dolar -saat ini- dan lembaran kertas berharga lain, yang selama ini menjadi alat tukar, tak sesuai dengan aturan Al-Qur'an?
beberapa hari yang lalu, misalnya, seorang penceramah ekonomi syari'ah, dengan lantang menawarkan Dirham dan dinar sebagai solusi atas krisis global, bahwa mata uang yang berjalan harus terbuat dari emas dan perak, tida…

Malam Jum'at di Pesantren babakan.

Selepas maghrib, ribuan santri Assalafie babakan Ciwaringin, Cirebon, sibuk dengan alamnya masing-masing. Ada yang termenung, ada yang tepekur dengan tasbih di tangan, ada yang masih sibuk menghafal, ada pula yang hilir mudik ke kantin, masjid besar, maupun ke maqbaroh (komplek pemakaman para kiai), berziarah, sambil cuci-mata. Maklum, malam itu adalah malam istimewa, di mana para santri, baik putra, maupun putri, diliburkan dari kegiatan, sejak ba'da magharib, hingga waktu jamaah isya dimulai. liburan yang singkat, sebenarnya. tapi inilah libur yang ditunggu-tunggu.
Ya, malam Jum'at, bagi para santri adalah malam istimewa. bagi mereka yang taat, inilah malam terbaik untuk berdzikir, dan melakukan ritus-ritus sunnah sebagai ajang mendekatkan diri pada Tuhannya. malam ini juga konon penuh keramat, karenanya, mereka yang gemar dengan kejadugan, malam jum'at menjadi ajang lelakon yang pas. Bagi mereka yang rajin, waktu libur yang sempit pun digunakan untuk menghafal, muthola&#…

Cinta itu..

Di Syawal ini, aku mendapat beragam pelajaran berharga tentang Cinta. Aku kembali menikmati benih-benih cinta yang bersemai di hati. banyak hal yang ingin kuceritakan, sebenarnya. Tapi, ko sulit? yang jelas, mencintai adalah anugerah terindah yang -mungkin- dirasakan oleh setiap insan.

bersambung..

melawan provokasi dengan Teror?

Mendengar berita bentrok AKKB dan FPi yang kesekian kalinya, berontakku terhadap para tokoh agama,dan pendukungnya yang merasa benar sendiri muncul kembali.
kebenaran subjektif, kadang mematikan rasa kemanusiaan seseorang. ketika rasa kebenaran telah digenggam dalam ego, maka tak ada tempat belas kasih bagi mereka yang bersebrangan. sungguh kenyataan ironis bagi peradaban islam. aku jengah dengan doktrin-doktrin yang ditafsirkan dengan tanpa upaya rasionalisasi dan konstektualisasi, hanya menjadi virus ganas yang menyeramkan, dia menjadi seperti zombie dan drakula yang haus darah, dan bergentayangan mencari mangsa.
Sebuah ajaran sesuci, semulia, dan sekeren apapun akan berubah menjadi bara api yang membakar jiwa penganutnya, untuk bertindak irrasional, jika ditafsirkan dan dipraktikkan dengan egosentris dan mental diri yang picik dan penuh kebencian.
Maka aku setuju jika tulisan Anick HT, berjudul Provokasi berikut ini, perlu direnungkan oleh segenap kaum muslimin di negeri ini.


Provo…