Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2008

Laporan dari Diskusi Publik tentang “Tinjauan Sejarah Al-Quran -Upaya Membumikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari-”

Prof. Quraish: “Otentitas Al-Quran bagian dari kausalitas” Laporan dari Diskusi Publik tentang “Tinjauan Sejarah Al-Quran -Upaya Membumikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari-”
tag
Kamis (19/06) Ruang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten berubah fungsi menjadi tempat diskusi Publik tentang “Tinjauan Sejarah Al-Quran -Upaya Membumikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari-”. Diskusi yang dipandu oleh Meutia Hafidz (Reporter Metro TV) itu menghadirkan Prof.Dr. M. Quraish Syihab, MA, Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjend Bimas Islam) Departemen Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar,MA, dan Prof. Dr. Rif’at Syauqi Nawawi, MA,Gubernur Banten, Hj. Ratu Atut Chosiyah tut hadir untuk membuka acara diskusi, sekaligus mencanangkan Gerakan Wakaf Al-Quran untuk Pondok Pesantren di Provinsi Banten. Dalam kesempatan itu, telah terkumpul 2661 Mushaf, seratus diantaranya disumbangkan oleh Ketua DPRD Banten, Adi Surya Dharma.Sekitar 700 peserta,begitu antusias mendengar u…

Drama Panjang di sela-sela UAS ganjil 2006

Persiapan Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil 2006/2007, memperpadat kesibukan yang ada di kampus. Di luar itu, adaobrolan menarik dari warung kopi Alay. yang letaknya tepat di seberang gerbang barat kampus. Membahas pelantikan Rektor yang seakan dirahasiakan. Rasa penasaran pun menghinggapi sebagian mahasiswa. Beragam pamflet ucapan selamat yang bernada sindiran terhadap Rektor bertebaran di ruang publik. Seiring berjalannya UAS obrolan warung kopi semakin intensif diIakukan, tanpa rencana dan tidak dijadwalkan. Agenda pemilihan Pembantu Rektor (PUREK) yang awalnya hanya diketahui segelintir mahasiswa menjadi rahasia umum dengan adanya perbincangan kecil dari pojok-pojok kantin tag// Mahasiswa dilibatkan enggak ya? ungkap beberapa mahasiswa yang rindu akan perubahan di kampus ini. Pertanyaan ini senada dengan rasa penasaran yang ditunjukkan pada tahun laIu menjelang pemilihan Rektor (23/03/2006). Beherapa aktivis berinisiatif untuk mendiskusikan STATUTA (pedoman pelaksanaan administra…

Polisi Perlakukan FPI seperti Warga Kelas Satu

tagSenin, 2 Juni 2008 - 13:05 wib Anggi Kusumadewi - Okezone

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR bidang keagamaan, Said Abdullah menilai polisi seakan menempatkan Front Pembela Islam (FPI) seperti warga kelas satu. Pasalnya mereka hanya diam dan seakan membiarkan.

"Untuk kesekian kalinya FPI melakukan tindakan tidak patut, di luar akal sehat, dan melanggar hukum," tegas Said dalam pesan singkatnya kepada okezone di Jakarta, Senin (2/5/2008).

Anggota FPDIP ini mengatakan, selama ini masyarakat menghormati FPI sebagai Front Pembela Islam (FPI). Namun dalam prakteknya kenapa menjadi Front Preman Indonesia.

"Ormas apapun yang melakukan kekerasan, hendaknya pemerintah tidak ragu untuk membubarkannya," jelasnya.

Dia melanjutkan, jika pemerintah membiarkan masalah ini tanpa proses hukum atas kekerasan terhadap AKKBB, berarti pemerintah ikut menimbulkan benih-benih kekerasan.

(uky)


Penyerangan FPI Digalang di Masjid Istiqlal

tag


JAKARTA - Aksi penyerangan terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) ternyata telah direncanakan Front Pembela Islam (FPI). Bahkan rencana terakhir dimatangkan di Masjid Istiqlal.

"Ternyata aksi itu sudah direncanakan FPI. Sebelumnya, mereka briefing di Masjid Istiqlal," kata Direktur Eksekutif The Wahid Institute Ahmad Suaedy, di kantornya, Jalan Taman Amir Hamzah No 8, Matraman, Jakarta, Senin (2/6/2008).

Ahmad menyesalkan sikap anarkis yang dilakukan massa FPI dan HTI pada Minggu 1 Juni lalu. Apalagi, perencanaan serangan itu dilakukan di dalam masjid.

"Coba anda pikirkan, untuk menyerang kebebabasasn umat beragama dimulai dari masjid," sesalnya.

Serangan itu, lanjutnya, sungguh tidak berdasar karena dilakukan saat AKKBB tengah memperingati hari Pancasila. Tidak ada muatan apapun dalam aksi damai itu. "Ini sebuah gerakan anti-Pancasila. Aksi kemarin untuk peringati Pancasila, tidak ada muatan lain," tandasnya. ( Seni…

Political Violence dan Fundamentalisme Islam (Oleh Abdul Malik)

Pada penghujung Mei 2008 kemarin, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan berbagai kabar yang kurang nyaman. Dari rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tak mempan ditentang, bentrokan polisi dan Mahasiswa demonstran yang menolak kenaikan BBM, hingga penyerangan Front Pembela Islam (FPI) terhadap aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama (AKKBB) yang sedang memperingati hari kesaktian Pancasila, 1 Juni kemarin. Serangan FPI telah mengakibatkan puluhan orang terluka, satu diantaanya anak-anak dan beberapa orang Kiai Pimpinan Pondok Pesantren dari Jawa Barat. Mengapa berbagai kekerasan ini berulang -dan seakan dibiarkan- terjadi?

Banyak asumsi yang bermunculan ketika bangsa ini dihantui berbagai kekerasan dengan tiada henti. Dan dari sekian asumsi yang ada, penulis mencoba menyoroti dari sisi political violence (konflik politik dengan cara kekerasan) dan sudut pandang ideologis kegamaan.

Political violence dapat terjadi pada pelbagai institusi dan organisasi –negara term…