Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2008

Swinger

Tak ada maksud ku tuk duakan engkau Ku tak pernah berniat selingkuh Cinta ini murni Hanya untuk mu
Tentang godaan itu, Hanya sebuah godaan ! Yang tak tepat untuk di gugat Aku hanya menggoda tanpa mencinta
Cinta sejatiku hanya untukmu Walau banyak kumelirik bidadari Pandangan pertama bukanlah dosa Walau kadang mengundang hasrat
Jangan berpaling dari Sang Amor Kalau kau dambakan abadinya cinta Jangan turuti hawa cemburu Hanya karena pandangan keliru
Kemesraan itu hanya sesaat Sekedar petualangan hasrat Kalaupun ku tidur dengannya Tak berarti ku mencintainya
Maka percayalah, cinta kita kan abadi Karena kemesraan tak selalu bermakna cinta Kasih kita kan selalu bersanding Meski tanpa komitmen setia
Kau pun boleh mencoba asal saling suka Rasakan sensasi yang tak terkira Jangan ragu tuk tebar birahi Hanya karena takut berdosa

tag


Meninjau ulang perda syariat Islam

tag Menjelang idul Adha Desember 2006 lalu Ada sebuah pernyataan menarik dan aneh tertera dalam spanduk yang terpancang di pintu gerbang kampus IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, “Selamat Idul Adha & Tahun baru Islam 1428 H”. menarik, karena rentang waktu antara perayaan haji dengan tahun baru Islam, selalu terpaut hampir dua bulan lamanya. Aneh, karena antara hari raya Idul Adha 1427 Hdengan tahun baru Islam 1428 H juga terdapat hari libur nasional yang diperingati di seluruh dunia. yakni perayaan Tahun Baru 2007 masehi. Keanehan tersebut -mungkin- dapat dikaitkan dengan seruan pemberlakuan Syariat Islam di provinsi Banten oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten, pasca semiloka persiapan Kongres Umat Islam Banten (KUIB) yang diadakan pertengahan januari lalu. Kebetulan MUI Banten saat ini diketuai oleh Prof. Wahab Afif, salah seorang guru besar di IAIN “SMH” Banten, dengan empat puluh persen anggotanya adalah dosen di perguruan tinggi Islam tersebut. Tidak heran …

Antara Islam Maniak dan Islam Phobia

Polemik tentang pemberlakuan syariat Islam kembali mencuat di negri ini. Secara historis, hal ini telah terjadi berabad-abad lalu. Kisah Wali songo, menyiratkan hal ini. Dalam berbagai babad disebutkan, sempat terjadi pertentangan antara Sunan Kudus, Sunan Giri dan beberapa muridnya dengan Sunan kalijaga, Sunan Gunung jati beserta pendukungnya. Pertentangan dipicu oleh pola penyebaran yang dipraktikkan oleh masing-masing kubu. Kubu sunan kudus berprinsip bahwa islam harus disampaikan sama persis dengan islam yang ada di timur tengah sehingga tradisi pribumi jawa harus di rubah. Kubu Sunan Kalijaga lebih akomodatif terhadap tradisi yang ada, mereka berdakwah lewat seni -diantara warisan sunan kalijaga adalah cerita wayang yang bernuansa islam-.Pertentangan ini ternyata berlanjut hingga sekarang. jika masa pra kemerdekaan hingga tahun 70-an ada Muhammadiyyah dan NU yang berbeda paham. Kini, muncul berbagai organisasi keislaman yang saling berbeda haluan. Berkaca pada sejarah, wacana p…

Obsesi dan pandangan*

Saya kini mampu menembus ruang di luar diri, menatap waktu yang mengalir tanpa henti, perempuan tanpa busana, lelaki bertopi buaya, mobil berlumur darah, hilir mudik mengacak benak.Semenit lalu, saya melihat tas gendong penuh peluh, dijinjing penjaja koran berwajah cahaya, Mungkin keningnya penuh susuk, batin saya menelisik, “tidak, ia pelaku wudu yang konsisten, setiap lima kali sehari ia membasuh mukanya, ditambah pembersih muka, mungkin” saya mencoba rasional dan religius.Di depan sana, seorang perempuan setengah telanjang tengah berdiri, kini ia terlihat tanpa busana, ah, apa gerangan yang merusak pandangan ini, semua perempuan tiba-tiba terlihat telanjang!Andai parmenides masih ada, mungkin ia akan menertawakan rivalnya, heraclius, yang begitu percaya pada pandangan mata. Betapa tidak? Saat ini banyak pandangan yang tertipu, bahkan sekelas ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Pentolan Pers nasional, hingga pakar hukum pun, terlena oleh kepingan koin yang dipandang berharga.Jika para …
Aku harus mencari mencari dan mencariHingga lelahMeski tak tahu ku mencariapa yang harus dicari
Aku tertekan ragu Menikmati raguMenangisi ragu
Aku harus percaya sesuatuPercaya seseorangMeski sulit..
Aku mencoba mengertiMencari pengertian
Tapi sering ku paksakan
Harus dimengertiSok pengertianMencari perhatian
topeng batumelekat eratsampai sulit kupastikanmanakah wajah nurani

topeng –topeng bergentayangmenadah darahmenjilat ulattengadah pongahbersilat pantat



Aku harus mencari mencari dan mencariHingga lelahMeski tak tahu ku mencariapa yang harus dicari
Aku tertekan ragu Menikmati raguMenangisi ragu
Aku harus percaya sesuatuPercaya seseorangMeski sulit..
Aku mencoba mengertiMencari pengertian
Tapi sering ku paksakan
Harus dimengertiSok pengertianMencari perhatian
topeng batumelekat eratsampai sulit kupastikanmanakah wajah nurani

topeng –topeng bergentayangmenadah darahmenjilat ulattengadah pongahbersilat pantat



Ahh..

T uhan, berkali ku menyebutmu Berkali ku berpaling Di ramai canda Aku sepi Di bising suasana Aku Sendiri
Merana


sutra di kampung penuh luka

Hampir empat tahun aku tinggal di daerah yang penuh warna, dengan masyarakatnya yang penuh kebanggaan atas leluhur dan martabat daerahnya. Dengan kultur yang agak keras, fanatis, primordialis dan menghargai keagungan individu. Kalau anda berkunjung ke sini, akan mudah menemukan seorang yang selalu berkata dalam persfektif aku, keluargaku, dan masyarakatku.
Untuk menjadi selebritis lokal di daerah ini, cukup bermodalkan keberanian menujukkan realitas masyarakat dalam subjektifitas objektif. Ribed?
Tidak juga, anda cukup mengoarkan asumsi-asumsi pribadi atas realitas objektif di daerah tersbut. Apa pasal?
Bersikap realistis di daerah ini bak menjadi pangeran di belantara. Untuk hidup di sini, anda tak perlu repot. Dekati penguasa, atau mereka yang punya uang, lantas jilatlah ia dari pantat hingga ujung kaki. Menjilat pantat adalah bentuk kesantunan di sini. Jangan banyak berkomentar tentang borok yang biasanya diderita para pembesar dan petinggi negeri ini. Sebab bau amis dari tubuh mereka…

Literasi Banten saat ini

Membaca dan menulis (literasi) merupakan cerminan tingginya peradaban. Doktrin keagamaan dengan kitab sucinya, juga menekankan pentingnya tradisi literasi. Bahkan dalam Islam, tugas awal yang diemban Nabi Muhammad adalah perintah untuk membaca. Hal ini diperkuat dengan tradisi penulisan Al-Qur’an dan berbagai perangkat pendukungnya, seperti; hadist, tafsir, fiqh, tauhid dan tasawwuf juga diwariskan dengan jjalan literasi.
Literasi pulalah yang mengantarkan Banten sebagai salah satu pusat peradaban di Nusantara. Keberadaan Syekh Nawawi Al-Bantani yang dikenal produktif dalam menulis telah berjasa memperkuat icon Banten sebagai daerah yang berbasis budaya akademis. Tak heran jika seorang Syekh yusuf Al-Makassari berkenan singgah dan turut serta membangun peradaban Banten pada era Sultan Ageng Tirtayasa. Dalam catatan sejarah, masyarakat Banten telah mengenal beragam bentuk aksara pada kurun waktu 1500 -1800 Masehi. Dari berbagai naskah dan prasasti yang berasal dari kurun waktu yang s…

"Rindu Rasul", membuatku merindu

Kemarin aku membaca salah satu bukunya Kang Jalal, berjudul 'Rindu rasul'. isinya sungguh mengahrukan dan Luarr Biasa..
meski banyak muatan ideologi Syi'i didalamnya, tapi tak urung aku turut terhanyut untuk kembali mengagumi dan beranjak mencintai Sang Nabi, sungguh aku sampai menangis membacanya. betapa seorang Jalaluddin Rahmat yang -dari tulisan dan beberapa cerita tentang ceramahnya- dulu begitu gigih berjuang menolak tahayyul Bid'ah dan Churofat (TBC), kini malah berbalik 'membelanya'. aku teringat pamanku yang telah wafat, beliau juga seorang aktifiz pemud amuhammadiyah dan ikut tarekat, aku sempat bingung menyaksikan ini. tapi ternyata tak lama setelah bertarekat beliau meninggal.
dan buku kang jalal ini nestinya dibaca oleh mereka yang 'pandai' dan terlalu berani menganggap pihak lain sesat..
andai aku tiggal di Bandung, ingin ku berguru pada kang Jalal, sayang aku hanya sempat bertemu beliau ketika berceramah di kampusku..
semoga beliau dipanja…

Ragam pola Islam Indonesia

Islam, bagi banyak orang Indonesia bukanlah hal yang asing di telinga. Meski lahir di tanah Arab (abad ke -6 sampai 7 lalu), Islam Indonesia memiliki identitas tersendiri. Bahkan, dalam berbagai catatan riset dan sejarah, islam yang baru dating di Nusantara1 pad abad ke -14, populasi Ummat Islam Indonesia mencapai mayoritas tunggal. Lantas apakah identitas ‘khas’ Islam Indonesia?
Dahlia Mogahed, periset dari Gallup, menilai Islam Indonesia adalah islam percontohan bagi kaum muslim di seluruh Dunia. Kemajemukan yang bertahan diwariskan berabad-abad di Nusantara, berhasil dipertahankan dan tidak punah, meski Islam menjadi single majority di Nusantara. Budaya toleransi terhadap kemajmeukan, demokrasi yang terbangun dengan baik (2007 lalu, Presiden SBY meraih penghargaan khusus dari PBB atas keberhasilan demokratisasi di Indonesia), dan akulturasi budaya yang terbangun di Nusantara, adalah bukti ramahnya Islam Indonesia. Inilah identitas yang membanggakan dari Islam Nusantara.
Sayang, keb…

Jurnalisme Plagiat & Tradisi kritis

Pada penghujung tahun 2007 lalu, crew SiGMA disibukkan dengan hajat tahunan Pelatihan Jurnalistik dan Brodcasting se-Banten disingkat PJB yang sudah mentradisi sejak sepuluh tahunan lalu. Konon telah banyak alumnus PJB yang berkiprah di dunia jurnalistik dan broadcasting. Termasuk penggiat junalistik dan radio di Untirta, diantaranya di fakultas Tekhnik. Yang lain berkiprah di media lokal dan nasional. Dan terakhir, Alumnus PJB SiGMA dari Stikom Wangsa Jaya dan STKIP Rangkas bertekad membuat lembaga pers Mahasiswa di Kampusnya. Beberapa alumnus lainya, ada juga yang menerbitkan bulletin indie seperti Al-Basyar, Demokrasi dan Simak. Idealnya, tradisi menulis di kampus memang terbangun dari berbagai lini, demi tumbuhnya dinamika dan wacana kritis di dunia akademis .

Menulis adalah arena kreatif yang tidak terbatas. Banyak ranah yang dapat dibidik. Karena tidak terbatas aras, maka menulis dapat diapresiasikan dengan ragam bentuk. Tidak hanya berita, cerita dan syair puisi. Essai artikel d…

mengenang CakNur mengaji GusDur

Doktrin Cak Nur

Membaca pemikiran Nurcholis Madjid, (Cak Nur), kita akan disuguhi dengan beragam teori prilaku keagamaan kontemporer, pendiri universitas Paramadina ini mengandaikan integrasi prilaku seorang muslim, menjadi warganegara yang ‘menguasai’ alam –dalam hal ini Negara-. Teori khalifah Allah fil Alrd yang selama ini didengungkan para pengagum dan pengikutnya, kemudian mengarah pada penguasaan negara opleh kader Islam.
Hal ini dapat dipahami dari kondisi sosiokultural bangsa Indonesia saat itu (tahun70-80 an), yang terhegemoni oleh tirani orde baru yang cenderung meminggirkan kekuatan oposisi, dan opsisi atas orde saat itu adalah Islam. Karenanya, kemudian muncul jargon Islam yes, partai Islam No! terlepas dari prasangka tentang wacana titipan, upaya Cak Nur menerjemahkan Pancasila sebagai ideology Islami “isi masing-masing sila itu mempunyai nilai keislaman” karenanya, wawasan keislaman menyatu dengan wawasan pancasila (Nurcholis Madjid, Islam, doktrin dan peradaban), terbukti…

Ramadhan yang Humanis bagi Rakyat Miskin

Oleh Abdul Malik


Sebuah acara humor di salah satu stasiun TV swasta mengangkat tema “penertiban maksiat menjelang ramadhan”. Dalam acara menjelang sahur tersebut diceritakan, keresahan seorang penyanyi dangdut akan larangan berjoget di bulan puasa. Acara ini mencerminkan realitas masyarakat kita yang plural, karenanya bukanlah hal yang aneh kalau sebagian golongan merasa resah menjelang ramadhan.
Banyak umat Islam berharap sepinya ramadhan dari bentuk maksiat. Sementara itu, para pelaku maksiat seolah memandang ramadhan sebagai bulan yang seram, pekerja dan penikmat seks komersil serta pengelola tempat hiburan mesti rela menahan diri di bulan yang suci ini. Seseram itukah ramadhan?
Jika kita membuka kembali firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an, maka kita akan menemukan hal yang sebaliknya. Ternyata ramadhan menyiratkan humanisme mendalam yang semestinya menginspirasi prilaku keberagamaan umat Islam.
Ayat 183-187 dalam surat Al-Baqarah dikenal sebagai dalil wajibnya berpuasa ramadhan. Padahal…