Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2008

Mahasiswa, -seharusnya- tak sekedar membaca

leh : A. Malik Mughni*

”Kamu suka baca?”
“Ya saya suka baca, baca SMS, baca diktat ketika ujian berlangsung, baca makalah ketika ada tugas presentasi, baca leaflet ketika ikut demo, dan baca pamphlet yang bertebaran di kantin kampus!”
Dialog imajiner itu mungkin mencerminkan sebagian realitas Mahasiswa saat ini. Membaca bagi Mahasiswa tentu bukan hal yang sulit dilakukan, sebab selain telah tuntas mengikuti program wajib belajar yang dicanangkan pemerintah Indonesia sejak era Orde Baru, predikat Mahasiswa sebagai _ubsta intelektual, juga berkonsekwensi pada pembangunan sikap terpelajar, diantaranya dengan kebiasaan membaca.
Meski terlalu sederhana, asumsi tersebut setidaknya dapat mewakili kesimpulan umum, bahwa membaca telah mengkultur, atau bahkan menjadi semacam social heritage (warisan sosial) di kalangan Mahasiswa. Jika merujuk pada definisi membaca ala Jack.C. Richard, John Plat, dan Heidi Plat, bahwa membaca adalah melihat teks untuk memahami isinya, maka minat baca Mahasisw…

Ampun, gusti...

Ini sudah ke sekian kalinya FPI diberitakan meresahkan warga lain di negeri ini., (baca deh berita terbaru tentang resahnya eros Djarot, tentang filem "lastri"nya yang ditentang.) Terus-terang aku limbung sama sikap mereka dan para pendukungnya. sebagai muslim yang tumbuh di dunia pesantren, aku belum pernah mendengar doktrinan kiai di pesantrenku, sekeras Om Rizeck ini (eh, beliau layak disebut kiai enggak seh?).

Dulu, ketika di Pesantren, aku sempat senang dengan nada keras para penceramah kondang. dari Habib Rizziq, Idrus Jamalullail, Syarifin maloko, hingga Anton medan, kala itu, aku rajin menyambangi sebuah majelis ta'lim di Cirebon kota, yang konon milik seorang muallaf, bernama Yuqeng, meski jaraknya cukup jauh dari pesantrenku, sebulan sekali, di Jum'at sore aku berkunjung ke sana, sambil cuci mata di sebuah mall yang letaknya tepat di depan majelis tersebut.

Para penceramah itu memang dikenal vokal sejak Orde-Baru, mereka rajin mengkritik pemerintah. tapi siap…

Kader Nu Opportunistik?

Hmm, jadi prihatin baca postingan tentang keluhan Mbah Muchit (ww.NUOnline, 12 Nov/2008), terus-terang awalnya kupikir para sesepuh dan pejabat Nu saat ini masih disibukkan dengan politik praktis, dan beragam kepentingan di dalamnya.

Harapan mbah muchit sepertinya mudah diwujudkan, seandainya para pejabat struktural NU, dan berbagai departemennya, serta banom (badan otonom)nya, bersikap proaktif, untuk "turba" (turun ke bawah,-meminjam istilah era revolusi, red-). membina dan mengajak kaum muda Nu untuk bergabung dan memberi ruang kontribusi untuk kaum muda.

Sayangnya, tradisi "turba" itu hanya dilakukan menjelang Pemilu (pilkada, maupun Pemilu RI), atau Konferensi, baik tingkat cabang maupun wilayah. "Turba" nya juga dilakukan dengan tambahan embel-embel kepentingan politik.

Kondisi tersebut mungkin hanya asumsiku saja, melihat realitas yang terjadi di tempat tinggalku saat ini (Serang, Banten), para tokoh PBNu ( juga departemen, dan Banomnya, IPNu misalnya…

Nominator Award

Hampir seminggu, aku tak mengecek e-mail dan blogging disamping kurang dana buat bayar warnet, belakangan ini aku dilelahkan oleh beberapa kegiatan. dan malam ini aku dapat kesempatan itu, membuka blog, melihat ragam tulisan baru yang diposting oleh beberapa kawan yang ngelink dengan blog-ku, serasa bertemu kawan lama saja. seolah kerinduan membuncah, ha.ha. Dan tak dinyana, seorang teman dari seberang, -dia konon sedang kuliah di Negeri Fir'aun- Mursalin, namanya, putera Surabaya, yang hingga kini hanya kukenal melalui kritik dan sarannya di kolom 'tetamu', menawarkan nominator award, yang katanya hanya diberikan kepada tujuh orang pilihannya. aku senang, dan berterimakasih buatnya, dan kalian, yang berkunjung ke blog malikmughni ini. Beberapa tulisan isengku, yang kebanyakan tak dimuat media profesional -padahal, beberapa diantaranya, kukirim berkali, ke beragam media cetak Lokal, maupun nasional-, yang kupikir memang tak layak dimuat di media-media beroplah ribuan eksem…

ISlam Indonesia

Pagi ini, aku meraih lagi setitik kebanggaan terhadap Indonesia. Ya, pagi ini, setelah aku tak jadi menggarap skripsi, dan malah membuka beberapa situs dari para bijak-bestari tradisional, aku melihat Indonesia dari sisi positif. Setelah lama terpengaruh oleh Puisi Taufik Ismail, yang membuatku turut "turut malu menjadi orang Indonesia", setelah bertahun aku sedih melihat bangsa yang selalu bermuara pada anarkhisme dan arogansi para pengklaim kebenaran subjektif, setelah berkali aku dibuat bingung oleh orang-orang yang kukagumi, kini aku -seolah- menemukan pintu keluar dari wabah inferioritas yang lama menjangkit dan mewabah dalam dalam hampir semua diri anak bangsa.

Semalaman, aku membaca essainya Cak Nun (Emha Ainun Nadjib), aku juga menyimak tulisan-tulisan Gus Mus (K.H. Musthofa Bisri), beberapa tulisan Gusdur, dan beberapa artikel lain dari numesir.org, sekumpulan tulisan sekelompok anak muda NU yang kuliah di Mesir. Mereka memandang negeri ini dari persfektif lain. Kul…

Dagang -in- Kecap Obama

Majalah Gatra bulan ini memprediksi Obama akan menang mutlak dalam pemilu Amerika Serikat (AS), November ini. Laporan itu disampaikn wartawannya langsung dari negeri paman Sam. Media-media lain di AS juga sama, meramalkan kemenangan Obama, sebab ia dianggap tokoh transformasional. Demam Obama dimanfaatkan juga oleh partai-partai di Indonsia, saatnya tokoh muda memimpin! Begitu jargon yang diusung. Konon, Obamaisme memang merasuk ke hampir seluruh dunia.
Tapi di negeri ini, Obamaisme tak lebih dari tradisi ‘jualan kecap’. Para tokoh yang mengaku masih muda, ramai mempromosikan diri, tanpa diminta. Beberapa partai juga memanfaatkan gejala obamaisme untuk merangkul kaum muda, dengan mengiklankan tokoh muda yang dimilikinya. Bagiku mereka tak lebih baik dari para salesman. Ramai-ramai berpromosi diri, padahal kualitas dirinya dipertanyakan. Ada yang pamer kekayaan, ada juga yang pamer ilmu dan idealisme, padahal hamper semua kalangan intelektual tahu, dia yang pamer kekayaan, menjadi pimp…

Lulus Pada Waktunya!

Judul tulisan ini mungkin mirip sebuah filosofi atau kalimat-kalimat bijak yang terdapat dalam syair atau puisi; Indah pada waktunya.
Aku mendengar kalimat “Lulus pada Waktunya” dari teman sekelasku, Ita Nurul Masyitoh namanya. Dia mahasiswi biasa, yang –dalam pantauanku- menikmati kelajangannya. Akrab dengan kosmetik, kadang ngerumpi, dan bergenit ria. Kuliah baginya dalah bagian dari siklus kehidupan yang taat dijalani. Tapi nilai tak begitu penting baginya, tugas-tugas kuliah, hingga pilihan skripsi yang ia garap tidak neko-neko, yang penting lulus pada waktunya! Begitu katanya dari ujung telepon. Ya, siang tadi aku menghubungnya, skedar bertukar kabar dan informasi. Kabar terbaru darinya, adalah sidang skripsi yang akan ia jalani esok hari, dan pencalonan legislatif dari sebuah partai baru yang ia ikuti. Dari gadis biasa, kini Ia –akan- menjelma salah seorang yang luar biasa. Beberapa kalimat bijak lainnya juga kerap keluar dari mulutnya kini. Jangan mikirin yang lain dulu, fokusl…

Sakit Jiwa

Oleh Abdul Malik Mughni,
20 persen warga Indonesia atau satu dari empat orang di negeri ini menderita sakit jiwa (koran Sindo, edisi minggu-minngu lalu). Asumsi yang dilontarkan oleh parapsikolog, beberapa waktu lalu itu mungkin benar adanya. Satu minggu ini saja aku mengalami kejadian lucu, aneh, sekaligus menyedihkan. Dua hari lalu, sebuah surat dari "Jibril ruhul kudus" lengkap dengan tandatangan Jibril (berupa inisial LE2) mampir ke kantor kami di PCNu Kota Serang. memberitahukan kebangkrutan Presiden Francis, Nicholas Sarkozy, sebagai peringatan Allah atas bangsa Indonesia, agar bertaubat, dan mengakui kerasulan Lia Eden.
Beberapa hari sebelumnya, surat yang sama juga datang dan memberi peringatan yang sama. pada surat yang lalu itu, Sang Jibril bahkan mengancam akan membuat Indonesia menderita krisis seperti Amerika, jika tidak mengeluarkan Lia dan Abdurrahman, sang nabi kerajaan eden. ancaman yang sama juga disampaikan oleh Imam Samudera, teroris Bom Bali 2. ia menganca…

Dirham & Dinar, mencari celah dalam Krisis Global

Krisis global tengah terjadi, banyak pihak -elit- yang kemudian panik dan berlomba mencari penyelematan asetnya. para pemegang saham, pengelola bursa efek, dan para eksportir serta importir (baca; pengusaha). para pejabat pemerintah juga resah menghadapi hal ini. dan hampir semua melirik Amerika sebagai biang keladi atas krisis ini. U$ Dolar, kini dibenci tapi juga dibutuhkan. ada fenomena menarik yang ditunjukkan para ekonom dunia. mereka yang berbasis sosialis, menuding kapitalisme sebagai sumber krisis, mereka yang fundamentalis, juga sama, bahkan, ekonom syari'ah mengklaim inilah saatnya dinar & dirham kembali berjaya. sebab U$ Dolar -saat ini- dan lembaran kertas berharga lain, yang selama ini menjadi alat tukar, tak sesuai dengan aturan Al-Qur'an?
beberapa hari yang lalu, misalnya, seorang penceramah ekonomi syari'ah, dengan lantang menawarkan Dirham dan dinar sebagai solusi atas krisis global, bahwa mata uang yang berjalan harus terbuat dari emas dan perak, tida…

Malam Jum'at di Pesantren babakan.

Selepas maghrib, ribuan santri Assalafie babakan Ciwaringin, Cirebon, sibuk dengan alamnya masing-masing. Ada yang termenung, ada yang tepekur dengan tasbih di tangan, ada yang masih sibuk menghafal, ada pula yang hilir mudik ke kantin, masjid besar, maupun ke maqbaroh (komplek pemakaman para kiai), berziarah, sambil cuci-mata. Maklum, malam itu adalah malam istimewa, di mana para santri, baik putra, maupun putri, diliburkan dari kegiatan, sejak ba'da magharib, hingga waktu jamaah isya dimulai. liburan yang singkat, sebenarnya. tapi inilah libur yang ditunggu-tunggu.
Ya, malam Jum'at, bagi para santri adalah malam istimewa. bagi mereka yang taat, inilah malam terbaik untuk berdzikir, dan melakukan ritus-ritus sunnah sebagai ajang mendekatkan diri pada Tuhannya. malam ini juga konon penuh keramat, karenanya, mereka yang gemar dengan kejadugan, malam jum'at menjadi ajang lelakon yang pas. Bagi mereka yang rajin, waktu libur yang sempit pun digunakan untuk menghafal, muthola&#…

Cinta itu..

Di Syawal ini, aku mendapat beragam pelajaran berharga tentang Cinta. Aku kembali menikmati benih-benih cinta yang bersemai di hati. banyak hal yang ingin kuceritakan, sebenarnya. Tapi, ko sulit? yang jelas, mencintai adalah anugerah terindah yang -mungkin- dirasakan oleh setiap insan.

bersambung..

melawan provokasi dengan Teror?

Mendengar berita bentrok AKKB dan FPi yang kesekian kalinya, berontakku terhadap para tokoh agama,dan pendukungnya yang merasa benar sendiri muncul kembali.
kebenaran subjektif, kadang mematikan rasa kemanusiaan seseorang. ketika rasa kebenaran telah digenggam dalam ego, maka tak ada tempat belas kasih bagi mereka yang bersebrangan. sungguh kenyataan ironis bagi peradaban islam. aku jengah dengan doktrin-doktrin yang ditafsirkan dengan tanpa upaya rasionalisasi dan konstektualisasi, hanya menjadi virus ganas yang menyeramkan, dia menjadi seperti zombie dan drakula yang haus darah, dan bergentayangan mencari mangsa.
Sebuah ajaran sesuci, semulia, dan sekeren apapun akan berubah menjadi bara api yang membakar jiwa penganutnya, untuk bertindak irrasional, jika ditafsirkan dan dipraktikkan dengan egosentris dan mental diri yang picik dan penuh kebencian.
Maka aku setuju jika tulisan Anick HT, berjudul Provokasi berikut ini, perlu direnungkan oleh segenap kaum muslimin di negeri ini.


Provo…

Kebanaran Subjektif, doktrin picik yang menyeramkan

Kini aku mencoba menulis lagi, setelah dua minggu lebih aku terpuruk dalam sesal yang tidak produktif. setelah mendengar berita bentrok AKKB dan FPi yang kesekian kalinya, berontakku terhadap para tokoh agama,dan pendukungnya yang merasa benar sendiri muncul kembali.
kebenaran subjektif, kadang mematikan rasa kemanusiaan seseorang. ketika rasa kebenaran telah digenggam dalam ego, maka tak ada tempat belas kasih bagi mereka yang bersebrangan. sungguh kenyataan ironis bagi peradaban islam. aku jengah dengan doktrin-doktrin yang ditafsirkan dengan tanpa upaya rasionalisasi dan konstektualisasi, hanya menjadi virus ganas yang menyeramkan, dia menjadi seperti zombie dan drakula yang haus darah, dan bergentayangan mencari mangsa.
Sebuah ajaran sesuci, semulia, dan sekeren apapun akan berubah menjadi bara api yang membakar jiwa penganutnya, untuk bertindak irrasional, jika ditafsirkan dan dipraktikkan dengan egosentris dan mental diri yang picik dan penuh kebencian.
Maka aku setuju jika tulisa…

Apa makna Ramadhan bagiku?

Ramadhan tahun ini terasa kering bagiku. berbagai moment tak berhasil kumanfaatkan dengan baik. berawal dari keinginan untuk segera menyelesaikan tanggung jawab di LPM SiGMA, kekalutan terhadap penyelesaian skripsi dan beberapa nilai yang terbengkalai, mimpi untuk segera bekerja sebagai pelaku media profesional (aku membuat puluhan lamaran kerja, dan hanya dua yang kukirim), tekanan untuk mengajukan proposal program Lakpesdam NU Kota Serang, dan ambisi untuk mengikuti Ahmad Wahib Award, minggu pertama ramadhan aku disudutkan dalam ketergesaan dan kelelahan yang sangat.
Nyatanya, tak semua mampu kuraih semudah konsep yang merajang di kepala. aku berhasil melepas tanggung jawab di SiGMA, tapi rangkaian acara Musyawarah Besar yang memang direncanakan 'besar', malah berlangsung dengan amat sederhana, dan di bawah standar prosedur sebuah rangkaian acara 'besar'! skripsi, laporan akhir kuliah kerja nyata, dan upaya penyeleaian nilai, berkahir berantakan. beruntung satu nila…

Tasyakkur apa Takabbur

Tasyakkur, sering dilakukan oleh mereka yg mendapat anugerah, berhasil menang dalam sebuah kompetisi, meraih prestasi atau rezeki lain yang memang diharapkan. menjelang ramadhan, banyak orang menggelar tasyakkuran, dari sekedar kirim sms, hingga menggelar pesta kecil dan mengundang para kerabat dan tetangga.

Hari lahir juga sering menjadi momentum untuk bertasyakkur. dan lihat saja beberapa waktu ke depan, menjelang pemilihan umum, saya yakin akan banyak menggelar pesta dengan dalih tasyakkur. partai-partai dan para kandidat legislatif maupun eksekutifnya akan rajin menunjukkan tasyakuran.

rindu senja

bertahun ku ditakuti masa
bertahun ku dihantu peristiwa
bertahun ku berjaga
menantimu senja

meski tak cukup bekalku
meski ku belum puas nikmati hari
meski langit biru cerah
aku merindu mu senja

bukan asaku menghilang
tak pula cita kuterbungkam

aku jengah dengan terik surya nan pongah
aku juga takut dengan mendung membumbung

ah..
pokoknya, aku ingin segera bersua dengan mu
senja


Hedonisme, Kekuasaan dan Senioritas

Diri rapuh, meluluh
Tengok realita mewarna
Hati bergemuruh, misuh
Dijerat fatamorgana
Bersimpuh pada sepuh yang merusuh
Mestikah?

Sepuh, sering jadi tameng bagi mereka yang beranjak tua untuk menginisiasi kaum muda dengan beragam doktrin berbau kepentingan pribadi dan kelompok kekuasaan. Jeremy Bentham, salah seorang filsuf pengusung hedonisme, berasumsi bahwa setiap hukum yang diberlakukan dalam kelompok masyrakat, berjalin-kelindan dengan pemuasan keinginan dan kesenangan yang disepakati—dan atau dipaksakan—para penguasa.

Asumsi Bentham tampaknya telah menyata dalam keseharian elit masyrakat saat ini. Simak saja realita yang banyak terjadi belakangan ini; kapitalisme global, telah lama menggurita dan mengancam kehidupan negara-begara dunia ketiga seolah menjadi hukum tidak tertulis bagi masyarkatdunia. Represifitas pemerintahan Junta Myanmar terhadap para bikhsu dan mahasiswa di Burma mengingatkan kita pada sejarah penjajahan kopeni dan penindasan rezim Soeharto.

Kekerasan atas nama agama,…

Mencintai Cinta

Cinta, kata yang tak pernah usai dibicarakan banyak orang. Bahkan Tuhan menamakan dirinya sebagai Ar-Rahman, Sang Pengasih, juga Ar-Rahim, Sang Penyayang. Kasih-sayang-Nya itu disandingkan dan dianjurkan untuk selalu diucapkan, ketika seorang yang beriman, memulai sebuah kebaikan. Maka kasih-sayang, dan kebaikan semesetinya mendarah-daging dalam diri setiap mu’min. Inikah cinta? Sebuah kebaikan yang didasarkan pada kasih sayang? Entahlah. Saya tak terlalu yakin dengan itu. Sebab Plato yang jenius pun tak sanggup mendefinisikan cinta.
Tapi, dulu seorang ulama bernama Ibnu Jauzy, mengklasifikasikan cinta dalam empat kategori. Saya sempat membaca klasifikasi cinta ala Ibnu Jauzy itu dalam sebuah buku terjemahan, yang saya sendiri lupa judulnya. Kono, cinta itu ada yang sekedar dating, kemudian pergi, itulah cinta yang hanya menempel di sisi kalbu. Ada pula cinta yang agak sulit dilupakan, itulah cinta pertama. Ia hampiri kalbu yang resah, kemudian menetap lama di sanubari. Tapi cint…

Menunggu itu..

menunggu itu jenuh
ketika kita berharap datangnya masa

penantian

menunggu itu lelah
ketika kita tak punya pilihan


menunggu itu menegangkan
kala kita bingung akan sebuah kejutan yang menghadang

menunggu itu asyik
ketika kita tak perduli

menunggu itu anugerah
ketika kita perlu persiapan

menunggu tak sekedar menghitung waktu
menunggu tak cuma melatih sabar
penantian adalah harapan dan realita
yang tersekat -mungkin- hanya sedepa.


.

Kisruhnya Orientasi Mahasiswa Baru

Beberapa waktu lalu, sempat terjadi perselisihan di internal panitia Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) IAIN Banten. Sebuah aral yang bisa jadi akan memicu sengketa serius antar Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus (OKIK)itu adalah tradisi tender yang lumrah terjadi dalam hajat tahunan pasca penerimaan Mahasiswa baru. Tender, alokasi dana kegiatan, dan insentif panitia adalah remah-remah kecil yang sering menimbulkan kecemburuan, dan perselisihan, bahkan mewariskan dendam diantara anggota OKIK. Muaranya adalah pemanfaatan dana sisa Orientasi, yang kadang mengabaikan kesejahteraan dan kepuasan peserta Orientasi. Ironi yang muncul setelah fase kecemburuan dan ketidakpuasan panitia, biasanya adalah dua sikap dekonstruktif. Yakni sikap apatis, baik secara personal maupun kolektif, dan atau tradisi saling hujat yang berujung pada provokasi kepada peserta agar melakukan konfrontasi terhadap panitia inti orientasi. yang tentu keduanya tentu saja merisaukan bagi para panitia inti dan pej…

Nusantara Yang Selalu Terjajah (kado untuk Hari Kemerdekaan Ri ke 63)

Konon, jauh sebelum munculnya peradaban Yunani, dunia mengenal sebuah negeri adidaya yang mengutamakan keadilan dan kesejahteraan rakyatnya. Negeri panutan bernama “Atlantis” itu, menurut beberapa ahli sejarah, berada di semenanjung Asia lama, yang kemudian dikenal dengan kawasan Nusantara.Mitos kejayaan nusantara lama itu, pernah diungkapkan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshidiqie, dalam peringatan “Hari kebangkitan Nasional” beberapa waktu lalu. Nusantara memang kaya dengan kegenda, yang bercerita tentang majunya peradaban sebuah Negeri yang tersebar di seantero wilayah yang subur dengan ekonomi agrarian, kelautan dan perdagangan. Tarumanagara, Samudera Pasai, Padjajaran, Majapahit, Demak Bintoro, Mataram, Banten, dan Cirebon, adalah sebagian dari ribuan kerajaan yang tercatat dalam tinta emas sejarah, pada rentang waktu sekitar 700-1700 Masehi.Tiga abad lebih setelahnya, kejayaan negeri yang dikenal gemah-ripah loh jinawi itu kemudian sirna, karena perang saudara dan rakus…

Marhaban Ya, Ramadhan

Do'a malaikat Jibril menjelang Ramadhan " "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: * Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); * Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami isteri; * Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jumaat. Oleh itu SAYA TERLEBIH DAHULU MEMOHON MAAF jika saya ada berbuat kesalahan, baik yang tidak di sengaja maupun yang di sengaja , semoga kita dapat menjalani ibadah puasa .. SELAMAT BERPUASA..

Nusantara Yang Selalu Terjajah (kado untuk Hari Kemerdekaan Ri ke 63)

Konon, jauh sebelum munculnya peradaban Yunani, dunia mengenal sebuah negeri adidaya yang mengutamakan keadilan dan kesejahteraan rakyatnya. Negeri panutan bernama “Atlantis” itu, menurut beberapa ahli sejarah, berada di semenanjung Asia lama, yang kemudian dikenal dengan kawasan Nusantara.Mitos kejayaan nusantara lama itu, pernah diungkapkan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshidiqie, dalam peringatan “Hari kebangkitan Nasional” beberapa waktu lalu. Nusantara memang kaya dengan kegenda, yang bercerita tentang majunya peradaban sebuah Negeri yang tersebar di seantero wilayah yang subur dengan ekonomi agrarian, kelautan dan perdagangan. Tarumanagara, Samudera Pasai, Padjajaran, Majapahit, Demak Bintoro, Mataram, Banten, dan Cirebon, adalah sebagian dari ribuan kerajaan yang tercatat dalam tinta emas sejarah, pada rentang waktu sekitar 700-1700 Masehi.Tiga abad lebih setelahnya, kejayaan negeri yang dikenal gemah-ripah loh jinawi itu kemudian sirna, karena perang saudara dan rakus…

Narsisme dan Gerakan Mahasiswa Yang Kehilangan Orientasi.

oleh : Abdul Malik
“Sebagai bagian dari strategi aksi, sedikit huru-hara kadang diperbolehkan, demi didengarnya issu yang diusung!”Begitu kira-kira doktrin yang pernah saya dapatkan dalam materi strategi dan aksi, yang biasa disingkat stratak, di sebuah organisasi kemahasiswaan (ormawa) ekstra kampus. Ketika issu yang diangkat dihiraukan, seolah tak memiliki selling point, maka aksi radikal menjadi solusi praktis yang super instant , sebagai sarana potong kompas, agar issu dilirik dan aksipun terpublikasikan. Demonstrasi, makar dan pemberontakan terhadap rezim, seakan identik dengan gerakan mahasiswa. Padahal, terlepas dari represifitas aparat, huru-hara dan anarkhisme hampir selalu dianulir dalam setiap agenda rapat tekhnik lapangan (kajian & rapat persiapan demonstrasi). Setiap koordinator lapangan sebuah aksi, pasti mewanti-wanti timnya untuk tidak bertindak anarkhis. Dalam hal ini, setiap aksi mahasiswa, biasanya mengusung moral sebagai basis ideologi gerakan. Namun sayang, den…

Dari politisi genit, hingga oposan yang provokatif,

Oleh : Abdul Malik
Pemilu 2009 mendatang, memang memberi ruang yang cukup luas bagi kaum muda dan mahasiswa. Semangat kaum muda yang menggebu, kini banyak dipertontonkan oleh banyak tokoh, yang tiba-tiba bermunculan di media, dengan jargon yang hampir seragam; “perlunya kaum muda memimpin!” ‘Kegenitan’ berpolitik yangmereka tampilkan dalam iklan yang menghabiskan dana tak sedikit itu, bagi saya, adalah euphoria demokrasi yang terlambat. Seperti telatnya pubertas, yang dialami remaja tua. Semangat yang mereka tunjukkan, tak sejalan dengan sikap masyarakat umum, yang kini terlihat jenuh dengan hingarnya dunia politik (lihat saja besarnya persentase golongan putih, dalam setiap pemilihan kepala daerah).Munculnya beberapa partai baru yang menargetkan kaum muda sebagai konstituen, juga membuat kelompok intelektual muda –baca: Mahasiswa- tergoda untuk terjun dalam pesta demokrasi, tak cuma sebagai tim sukses, apalagi hanya tim penggembira, kinimahasiswa punya kesempatan menjadi calon legisla…

Dari politisi genit, hingga oposan yang provokatif,

Oleh : Abdul Malik
Pemilu 2009 mendatang, memang memberi ruang yang cukup luas bagi kaum muda dan mahasiswa. Semangat kaum muda yang menggebu, kini banyak dipertontonkan oleh banyak tokoh, yang tiba-tiba bermunculan di media, dengan jargon yang hampir seragam; “perlunya kaum muda memimpin!” ‘Kegenitan’ berpolitik yangmereka tampilkan dalam iklan yang menghabiskan dana tak sedikit itu, bagi saya, adalah euphoria demokrasi yang terlambat. Seperti telatnya pubertas, yang dialami remaja tua. Semangat yang mereka tunjukkan, tak sejalan dengan sikap masyarakat umum, yang kini terlihat jenuh dengan hingarnya dunia politik (lihat saja besarnya persentase golongan putih, dalam setiap pemilihan kepala daerah).Munculnya beberapa partai baru yang menargetkan kaum muda sebagai konstituen, juga membuat kelompok intelektual muda –baca: Mahasiswa- tergoda untuk terjun dalam pesta demokrasi, tak cuma sebagai tim sukses, apalagi hanya tim penggembira, kinimahasiswa punya kesempatan menjadi calon legisla…

Narsisme dan Gerakan Mahasiswa Yang Kehilangan Orientasi.

oleh : Abdul Malik
“Sebagai bagian dari strategi aksi, sedikit huru-hara kadang diperbolehkan, demi didengarnya issu yang diusung!”Begitu kira-kira doktrin yang pernah saya dapatkan dalam materi strategi dan aksi, yang biasa disingkat stratak, di sebuah organisasi kemahasiswaan (ormawa) ekstra kampus. Ketika issu yang diangkat dihiraukan, seolah tak memiliki selling point, maka aksi radikal menjadi solusi praktis yang super instant , sebagai sarana potong kompas, agar issu dilirik dan aksipun terpublikasikan. Demonstrasi, makar dan pemberontakan terhadap rezim, seakan identik dengan gerakan mahasiswa. Padahal, terlepas dari represifitas aparat, huru-hara dan anarkhisme hampir selalu dianulir dalam setiap agenda rapat tekhnik lapangan (kajian & rapat persiapan demonstrasi). Setiap koordinator lapangan sebuah aksi, pasti mewanti-wanti timnya untuk tidak bertindak anarkhis. Dalam hal ini, setiap aksi mahasiswa, biasanya mengusung moral sebagai basis ideologi gerakan. Namun sayang, den…